Breaking News
Loading...
Senin, 18 Februari 2013

Rahasia


Rahasia

Si Putri punya rahasia kecil. Gadis berusia sembilan tahun itu menyimpannya rapat2. Apa rahasianya? Dua hari lalu dia mengompol. Bangun pagi sekali, melihat selimutnya basah, untung tidak tembus ke seprai dan kasur. Maka dia beranjak membawa selimut ke ruang mencuci, menyiramnya dengan air, dibilas. Masih subuh buta, belum ada yang bangun. Bahkan bibi rumah belum bangun. Kemudian selimut tebal basah itu dia masukkan ke dalam ember cucian. Aman. Saat semua orang bangun, Putri bilang selimutnya sudah kotor, saatnya dicuci. Tidak ada yang bertanya lagi, tidak ada yang tahu si Putri habis ngompol.

Si Ujang juga punya rahasia kecil. Remaja berusia lima belas tahun itu menyimpannya rapat2. Apa rahasianya? Seminggu lalu saat ujian sekolah dia menyontek. Rapi sekali dia menyelipkan kertas di saku baju. Kecil-kecil bentuknya, catatan sakti mandraguna untuk ujian IPA. Lancar, terbantu sekali. Tidak ada yang tahu Ujang telah menyontek. Pengawas tidak tahu. Guru-guru tidak tahu. Saat nilai keluar, aduh, si Ujang dapat nilai paling tinggi. Aman sentosa rahasianya.

Si Ucok juga punya rahasia kecil. Pemuda berusia dua puluh tahun itu menyimpannya rapat2. Apa rahasianya? Dia pernah (maaf) keciprit di celana. Wuah itu memalukan kalau ada yang tahu. Bagaimana mungkin pemuda gagah macam Ucok, yang suaranya berat nan sangar, bisa keciprit di celana? Di momen hebat pula. Saat nonton trek-trekkan liar di malam hari. Bersama kamerad dekatnya. Nah, dia sakit perut, tidak tahan, kentut, keluarlah gas bersama kotoran (maaf). Temannya pegang hidung, kenapa bau? Ucok sudah melipir pergi, sebelum ketahuan. Besok lusa saat bertemu teman geng, tidak ada yang tahu apa sesungguhnya sedang terjadi.

Si Asih juga punya rahasia. Gadis manis berusia dua puluh dua itu menyimpannya rapat2. Apa rahasianya? Aduhai, dia jatuh cinta dengan anak bujang tetangga sebelah. Mengintip malu dari jendela, tersipu malu saat bersua. Apa mau dikata, si anak bujang itu memang tampan pol. Sedang kuliah di fakultas favorit pula. Masa depannya menjanjikan. Well, dimana2, orang memang sering berhitung dengan potensi masa depan, bukan situasi sekarang. Maka satu kampung mengidamkannya jadi calon menantu. Si Asih tak perlu diprovokasi orang tuanya pun sudah lama jatuh cinta. Tapi dia simpan rapat2. Tidak ada yang tahu perasaan itu, kecuali dirinya.

Saya punya rahasia, yang boleh jadi bahkan Mamak, istri, anak, keluarga kami tidak tahu. Karena rahasia benaran, maka berbeda dengan cerita rahasia si Putri, Ujang, Ucok dan Asih, tentu tidak akan saya ceritakan di tulisan ini.

Semua orang punya rahasia? Kalian pasti punya rahasia, bukan? Tersimpan dalam hati. Mungkin karena itu aib, jadi malu diceritakan. Mungkin karena itu maksiat, jadi minder disampaikan. Mungkin karena itu dosa, kejahatan, berbahaya untuk diceritakan. Ataupun mungkin karena itu memang rahasia, demi kemaslahatan bersama, lebih baik tidak usah diceritakan. Ataupun mungkin karena itu memang rahasia yang lebih baik disimpan, menyangkut kehormatan, kerusakan, dsbgnya.

Semua orang punya rahasia. Dan kita berkuasa penuh atas rahasia tersebut. Seperti punya tembok kokoh untuk melindunginya dari orang lain. Kita berkuasa penuh, membuka atau menutupnya rapat2. Membuka atau membawanya hingga mati.

Tetapi sungguh. Itu hanya rahasia antar kita saja. Sesama manusia. Hanya disitu saja level rahasia milik kita. Tidak pernah lebih dari itu.

Karena apa? Karena dengarkanlah seruan itu. Seruan yang tidak mungkin keliru. "Pada hari dinampakkan segala rahasia, Maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatanpun dan tidak (pula) seorang penolong." 

Aduhai, ternyata kita tidak pernah berkuasa atas rahasia-rahasia itu. Tidak pernah. Sekali tiba hari yang dijanjikan, pada hari dinampakkan rahasia, maka sekali-kali tidak bisa lagi kita menutupnya. Tapi sy tidak sedang ingin membuat cemas orang, membuat orang berpikir. Toh, saya juga sudah cemas dan grogi duluan. 

Saya hanya ingin bilang, maha suci Allah, istilah itu keren sekali--dan sungguh kerenlah gaya bahasa kitab suci, mari kita tulis sekali lagi: "Pada hari dinampakkan segala rahasia."

0 comments:

Posting Komentar

 
Toggle Footer