Breaking News
Loading...
Senin, 09 Mei 2016

TASYAKURAN KHATAMAN NUSANTARA MENGAJI,IPNU IPPNU ADALAH KEBANGGAAN

TASYAKURAN KHATAMAN NUSANTARA MENGAJI, IPNU-IPPNU ADALAH KEBANGGAAN.

JEMARI, TRENGGALEK
Sore ini suasana terasa meriah di Masjid Darul Muttaqin, tampak terlihat puluhan muda-mudi berduyun-duyun berhiaskan Al Qur'an mereka adalah rekan-rekanita Pengurus PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Pule, tampak berseri-seri senyum yang terlontar dari raut wajahnya yg penuh dengan semangat. Berkumpulnya rekan-rekanita ini bukan tanpa maksud, namun masih dalam suasana "Gerakan NUSANTARA MENGAJI" 300.000 Khataman Al Qur'an, Serentak Se Indonesia, Untuk Keselamatan, Kesejahteraan, dan Keberkahan Bangsa.

Sesuai dengan agenda yang sudah direncanakan, Kegiatan Nusantara Mengaji oleh PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Pule akan mengadakan penutupan mulai pukul 14.30 WIB dan akhirnya acara resmi ditutup (khataman) ahad sore, tanggal 08 Mei 2016 Pukul 17.00 WIB, yang di laksanakan di Masjid Darul Muttaqin Dusun Gugur Desa Pule Kecamatan Pule.

Hadir dalam kegiatan ini seorang penceramah yaitu Bpk. KH. Abdul Malik selaku takmir masjid Darul Muttaqin, sebagian besar pengurus PAC IPNU - IPPNU Kecamatan Pule hadir dalam majelis ini, jumlah peserta yang hadir 45 rekan IPNU dan 25 rekanita IPPNU.  Dengan penuh semangat seluruh yang hadir melantunkan bacaan al quran sampai khatam, dan akhirnya 27 khataman telah di selesaikan dengan kegembiraan. Khataman yang ke 27 ini langsung dipimpin oleh Pak yai Malik (sapaan akrab Bpk. KH. Abdul Malik) dilanjutkan mauidhoh khasanah dan  ditutup dengan doa.

Dalam tausiyahnya takmir masjid menyampaikan banyak hal, yang penekanannya tentang generasi muda yang luar biasa. Yaitu disaat zaman sekarang banyak anak-anak muda yang salah memilih organisasi dimana tidak sedikit yang malah menjerumuskan mereka. Seperti yang beliau tuturkan "sak iki akeh pemuda sing kliru melu organisasi, tapi malah nyilakakne awake". Intinya beliau sangat bangga dengan IPNU dan IPPNU yang menjadi garda terdepan kaderisasi di Nahdlatul Ulama dan wujud dukungannya adalah beliau memberikan tempat dan penghormatan lain yang luar biasa.

Setelah semua rangkaian acara dilaksanakan, tiba saatnya untuk tasyakuran yaitu makan bersama, seperti halnya tradisi dalam khataman telah disiapkan berbagai jenis makanan ada lodho ayam kampung, nasi tumpeng dan berbagai pernak-pernik menu khas Trenggalek, tapi semua itu bukan untuk syirik kepada Alloh tapi wujud syukur dan dinikmati bersama-sama yang tidak lupa sebelumnya dipimpin Do'a oleh Pak yai Malik.

Maulana dan Team.
Lembaga Pers dan Jurnalistik PAC IPNU PULE

0 comments:

Posting Komentar

 
Toggle Footer