Breaking News
Loading...
Rabu, 31 Januari 2018

Weekend ala PC IPNU-IPPNU Trenggalek


IPNU Trenggalek - Weekend (akhir pekan) adalah hari yang ditunggu bagi kebanyakan orang. Di mana pada hari ini kebanyakan orang libur kerja. Biasanya waktu ini digunakan untuk berlibur, bersenang-senang dan semacamnya, untuk melepaskan penat. Namun, lain halnya dengan Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Trenggalek. Mereka memiliki ide cerdas untuk mengisi waktu weekend.

Adalah melaksanakan kegiatan Diklat Jurnalistik. Selain mengisi waktu libur kegiatan ini juga merupakan realisasi program kerja Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Trenggalek. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 27-28 Januari 2018 ini diikuti oleh 52 peserta yang merupakan delegasi dari masing-masing PAC IPNU-IPPNU dan komisariat se-Kabupaten Trenggalek serta dari badan otonom IPNU-IPPNU Trenggalek (DKC CBP-KPP).

Kegiatan yang dilaksanakan di SMK Islam Durenan Trenggalek ini dimulai pada hari sabtu siang, dibuka langsung oleh ketua PC IPNU Trenggalek, Mokhamad Nurul ‘Izza. Dalam sambutannya, lulusan Pasca Sarjana IAIN Tulungagung itu menuturkan bahwa “pengetahuan jurnalistik sangat penting dikuasai oleh para kader-kader NU, karena dengan itu NU tidak hanya eksis di dunia nyata namun juga dunia maya”.

Kegiatan ini mengusung tema “Meningkatkan Kreatifitas Menulis Pelajar NU di Media Online”. “Era milenial ini harus diakui bahwa, kuantitas warga Nahdlatul Ulama yang cukup banyak tidak diimbangi dengan kualitas yang memadai, apalagi di media sosial. Sehingga media masa khususnya media online (yang berkaitan dengan pengetahuan keagamaan) dikuasai oleh orang-orang anti NKRI, liberal, wahabi dan sebagainya. Maka dari itu, sebagai kader NU harus berani muncul di media sosial dengan tulisan-tulisan atau sejenisnya guna mensyiarkan Islam ala Nahdliyin dan ahlu sunnah wal jama’ah”, tutur Ilham Baihaqi, ketua panitia.

Dalam waktu dua hari seluruh peserta dididik dan dilatih oleh pakar-pakar yang ahli dalam bidang jurnalistik dan kepenulisan. Salah satunya adalah bapak Misbahus Surur. Pria yang juga berprofesi sebagai Dosen di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang itu menjelaskan dengan detail cara menulis berita yang baik dan benar. Selain itu, Persatuan Wartawan Indonesia cabang Trenggalek dan NU Media center Trenggalek  juga ikut andil dalam kegiatan ini.

Setelah menerima seluruh materi, seluruh peserta diwajibkan membuat berita secara mandiri. “Hal itu memberikan kesan yang bagus bagi peserta, agar tetap belajar dan terus belajar”, ungkap Duki. Salah satu peserta dari PAC Dongko.

Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan dapat mewadahi kader-kader NU yang memiliki potensi dalam bidang Jurnalistik, sehingga memunculkan kontributor-kontributor berita yang meliput kegiatan-kegiatan NU di seluruh PAC, komisariat, badan otonom masing-masing pada khususnya dan di masyarakat luas pada umumnya. (Ahm. Ma'ruf)

Sumber : ipnuippnudongko.blogspot.co.id

0 comments:

Posting Komentar

 
Toggle Footer