Breaking News
Loading...
Senin, 11 Januari 2021

Refleksi LAKUT 2021 : Pesan Rekan Haikal Atiq Zamzami Untuk Pelajar NU Trenggalek

 

Tantangan peradaban zaman milenial tidaklah semakin mudah. Perubahan yang gaya hidup menuntut sebuah pemikiran  responsif dan inovatif. Masa pelajar merupakan emas produktif.

Dalam kesempatan Latihan Kader Utama (Lakut) Pengurus Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama' (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama' (IPPNU) Kabupaten Trenggalek, Pembina Pengurus Wilayah (PW) IPNU Jawa Timur, Rekan Haikal Atiq Zamzami mengungkapkan banyak hal.

"Bagi pengurus IPNU-IPPNU Kab. Trenggalek yang akan berakhir dharma bakti masa kepengurusannya, tantangan kedepan semakin berat, tidak akan semakin ringan," tutur Rekan Haikal, Ahad (10/01/2021).

Organisasi pelajar dibawah otonom Nahdlatul Ulama' didorong untuk terus beradaptasi. Tantangan tersebut menjadi ikhwal yang pasti dalam keberlangsungan organisasi.

"Dinamika sosial yang berbanding lurus dengan transformasi digital diberbagai aspek adalah tantangan tersendiri bagi organisasi yang menggarap keterpelajaran.

Maka dari iti maka sebuah keniscayaan bahwa ipnu ippmu memiliki kemampuan beradaptasi," jelas demisioner Ketua PW IPNU Jatim 2012-2015.

Pencapaian perubahan tidak bisa dilakukan tanpa adanya oerubahan dari diri rekan-rekanita, baik pengurus maupun anggota.

"Hal itu tentunya dicapai ketika Sumber Daya Manusia (SDM), kader-kader digembleng, dikembangkan sesuai segmen garap kita. Tuntutan dan tantangan bidang garap kita siapa mereka? Pelajar," kata Rekan Haikal.

Pesan yang mendalam dari Pembina PW IPNU Jawa Timur ini kepada pelajar NU Trenggalek untuk benar-benar menjadi pelajar yang mengerti perubahan zaman.

"Maka dari itu pada kesempatan kali ini saya ingin menyampaikan beberapa kata. Bisa sebagai oleh-oleh dari Surabaya untuk Trenggalek. Segera kembangkan SDM kita,

tajamkam wacana, sebelum pimpin peradaban, sbelum peradaban dipimpin oleh robot-robot dan mesin-mesin," pesannya.

Rekan Haikal juga menambahkan bahwa, banyak potensin dari kader-kader putra daerah. Ketika ini dikembangkan akan lahir pemimpin-pemimpin responsif di level provensi, bahkan nasional.

"Karena mengapa? interaksi yang tidak lama sekitar dua jam setidaknya ada indikasi wacana, ketajaman wacana, dan juga berani melakukan kritik pada organisasi bagi saya ini adalah indikasi, adalah kader-kader yang sebagai peserta Lakut saat ini adalah potensial," pungkasnya.


Pewarta : Madchan Jazuli

Editor : Bai

 
Toggle Footer