Breaking News
Loading...
Minggu, 11 Juli 2021

PARADOX DIGITAL CREATIVE SEBAGAI PENUNJANG DAKWAH DI ERA DIGITAL

Di akhir era 4.0 ini dibutuhkan generasi milineal yang tanggap teknologi. Globalisasi dipengaruhi oleh berbagai perkembangan yang terjadi di suatu wilayah. Globalisasi terjadi karena banyak faktor, bisakarena kemajuan teknologi internet, infrastruktur telekomunikasi dan transportasi, pertukaran pelajar, dan lain-lain. Menanggapi hal tersebut, Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Gandusari menyelenggarakan kegiatan Paradox Digital Creative Digital Creative yang bertempat di MI Jajar, Gandusari, Trenggalek, pada Sabtu (26/06/2021). 

Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Trenggalek M. Jalaludin Fajar mengatakan perlunya diadakan Paradox Digital Creative untuk mengembangkan skil kader IPNU-IPPNU merespon dengan baik apalagi di era 4.0 khusus di bidang jurnalistik. 

“Banyak media yang memberitahukan berita yang tidak tepat, sehingga dibutuhkan kader-kader yang tepat dari keluaran Paradox Digital Creative yang dapat membuat konten yang sesuai dengan paham Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah.” Ujar Gus Jalal (sapaan akrabnya) yang guja alumi Madrasah Aliyah Darunnajah Kelutan, Trenggalek itu.

Contoh konkrit yang belum terlaksana yaitu belum menyiarkan konten-konten dakwah, konten edukasi, dan konten akidah. Sehingga sudah saatnya IPNU-IPPNU untuk menyiarkan konten-konten seperti itu yang tidak hanya melulu ke kegiatan internal saja. Peserta alumni Paradox Digital Creative diharapkan dapat berkecimpung di dunia digital, sehingga mampu untuk bersaing dalam bidang dakwah di media social.

Ketua Panitia kegiatan tersebut, Yongmas, mengamini harapan tersebut dengan menjelaskan bahwa sangat penting membina serta melakukan perawatan kader melalui pengembangan potensi.

“Di era digital seperti ini, konten kreatif sangat diminati pelajar Gandusari. Untuk menjawabnya, kegiatan ini kami persembahkan sebagai bakti IPNU-IPPNU. Selain karena program kerja juga.” Pungkasnya. 

Dalam kegiatan ini tentunya banyak tantangan yang dihadapi apalagi ditambah situasi pandemic seperti saat ini, salah satunya minimnya peserta yang mengikuti kegiatan ini. Di samping banyak tantangan yang ada, tentunya juga ada kelebihannya yaitu dapat mengembangkan skill dalam bermedia social yang dapat bermanfaat bagi semua khalayak.

Penulis : Satperancab Gandusari



 
Toggle Footer